oleh

Warga Musi Banyuasin Laporkan BI Checking Ke Otoritas Jasa Keuangan

Kolom:Headline, Peristiwa|22 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Seorang warga Jalan PDAM RT. 008 RW. 001 Desa Peninggalan Kecamatan Tungkal Jaya Kabupaten Musi Banyuasin, Ekky Syahruddin, melaporkan Bank Indonesia (BI) Checking kepada Otoritas Jasa Keuangan (OKJ), Selasa (20/12).

Dalam laporan pengaduannya selaku pemohon Ekky Syahruddin menjelaskan kronogis awal kenapa pemohon mengadukan BI Checking kepada OJK. Pemohon pada tanggal 27 September 2016 mengajukan permohonan kredit rumah melalui Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Palembang.
Setelah itu pada tanggal 06 Oktober 2016 dikabarkan oleh pihak BTN Cabang Palembang bahwa pemohon  tidak bisa mengajukan kredit rumah dikarenakan ada permasalahan BI Checking. Mengetahui hal itu pemohon mempertanyakan persoalan pemohon kepada BI.

Baca juga :  Alex Noerdin : Pemeringkatan & Penghargaan Terhadap Badab Publik Perlu Diberikan

Selanjutnya pada tanggal 10 Oktober 2016 pemohon mendapat jawaban dari BI yang pada intinya menurut BI pemohon pada tahun 2010 pernah mengajukan pinjaman pada PT. Bank Danamon Indonesia Cabang Medan.

Mengetahui hal itu dan merasa tidak pernah mengajukan pinjaman pada Bank Danamon Indonesia Cabang Medan, pemohon mendatangi kantor cabang Bank Danamon Indonesia yang berdomisili di pasar 16 ilir depan pasar burung Palembang.

Bukannya mendapat kejelasan dari PT Bank Danamon cabang Palembang, pemohon malah mendapat informasi baru dari Bank Danamon yang pada intinya menurut pihak Bank Danamon pemohon pernah melakukan pinjaman di PT. Adira dan dengan tegas diakui oleh pihak Bank Danamon bahwa pemohon sudah melunasi pinkaman di PT. Adira tersebut dan dinyatakan kolektibilitas pemohon tidak ada permasalahan BI Checking, hal ini tidak bersesuaian dengan data Bank Indonesia yang menyatakan kolektibilitas pemohon.

Baca juga :  Anggaran Penanganan Covid-19 Capai Rp677 Triliun, Ini Pesan Presiden Jokowi

Lagi-lagi karena pemohon tidak pernah melakukan pinjaman kepada PT. Adira, pemohon meminta klarifikasi kepada Bank Danamon, dan Bank Danamon berjanji untuk mengeluarkan Surat Keterangan agar pemohon bisa mengajukan rumah kredit melalui Bank Tabungan Negara (BTN) dan bertanggung jawab atas kelalaian PT. Bank Danamon Indonesia.

Akan tetapi setelah menunggu sekian lama dan beberapa kali melayangkan surat klarifikasi kepada pihak Bank Danamon, pemohon tidak pernah mendapatkan jawaban yang jelas dari pihak Bank Danamon Indonesia.

Karena kesal atas ketidak jelasan tersebut diatas maka si pemohon, Ekky Syahruddin melaporkan sengketa BI Checking kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ekky Syahruddin mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan PT. Bank Danamon Indonesia yang menggunakan data pemohon tanpa diketahui pemohon pada tahun 2010 untuk transaksi kredit sangat bertentangan dengan syarat sahnya suatu perjanjian seperti tertuang di dalam pasal 1320 KUHPerdata.

Baca juga :  Pemprov Sumsel Imbau OPD Segera Bentuk Tim Pelatihan SP4N-Lapor

“Saya berharap OJK dapat menyelesaikan persoalan ini, memberi titik terang atas persoalan yang saya alami. Karena kalu ini berlarut-larut tanpa kejelasan maka akan menghambat saya untuk melakukan pinjaman kepada BTN untuk mendapat kredit perumahan,” Pungkas Ekky Syahruddin.
(Sibawaihi)


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita