oleh

Wilayah Kumuh Kota Palembang Jadi Beban Sosial

Kolom:Budaya, Ekonomi, Peristiwa|14 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Banyaknya wilayah kumuh yang ada di kota Palembang menjadi suatu permasalahan yang harus dipecahkan, maka dalam hal ini, target yang ingin dicapai oleh program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) adalah target yang mendukung pencapaian 100-0-100 (100% akses air minum, 0% luas kawasan permukiman kumuh, 100% akses sanitasi layak) yang selama ini sudah sering disosialisasikan kepada masyarakat

Hal ini disampaikan oleh Tenaga Ahli Urban Planners Konsultan Manajemen Wilayah (KMW) Sumsel, Hendri Marlika Sedo Putra dalam Forum Konsultasi Publik 1 Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kota Palembang tahun 2016 yang diadakan di Hotel Grand Duta Palembang, Sabtu (10/12).

Hendri menjelaskan bahwa ini sebenarnya sudah masuk ketahap lanjutan karena sebelumnya di tanggal 28 november kemarin sudah ada kegiatan loka karya khusus untuk percepatan penanganan kumuh kota palembang

Baca juga :  Pantauan Titik Api Bervariatif, Sumsel Masih Aman Dari Karhutla

”disana kita sudah merumuskan beberapa tujuan , beberapa kesepakatan mualai dari lokasi prioritas yang akan ditangani, kemudian kita berbicara kondisi esisting di kota Palembang sendiri, kira kira dengan kondisi yang ada sekarang apa yang harus kita lakukan tiga tahun kedepan dengan mencapai tujuan 0% kumuh ditahun 2019 itu intinya”jelasnya.

”Di Forum konsultasi Publik yang  sekarang, kita cari rumusan wilayah kawasan prioritas tersebut serta kita juga mengindikasikan kegiatan kegiatan apa saja yang perlu dilakukan untuk melakukan peningkatan kualitas di wilayah wilayah pemungkinan kumuh, tidak hanya peningkatan kualitas tapi juga ada program untuk pencegahannya, karena kita yakin pada saat kita sudah melakukan perbaikan terhadap suatu lingkungan seandainya ini tidak di maintance itu akan tumbuh dan mungkin akan berkembang lagi itu namanya kawasan kumuh permungkinan”ungkapnya.

Baca juga :  Mapala Gema Persada Bersihkan Sungai Aur

Hendri juga mengatakan, menurut data base yang sudah di susun oleh kawan kawan dari tim KOTAKU sejak tahun lalu 2015, data wilayah kumuh perkelurahan ada sekitar 1500 Hektar untuk seluruh kelurahan yang ada di kota palembang, kemudian kita juga lakukan pendataan dilapangan ada sekitar 1500 hektar tadi, nah didalam dokumen siap yaitu dokumen perencanaan tingkat kotanya nanti kita klasifikasikan berdasarkan tipelogi kawasannya.

Typelogi kawasan yang ada di kota palembang itu ada dua, yang pertama ada di Bantaran Sungai dan yang kedua ada di Dataran Rendah,”dari pengklasifikasian tipelogi tersebut, dampak yang ditimbulkan atau apa yang berpengaruh dari kawasan kawasan tersebut itu mulai di Deleniasi lagi, Deleniasi skala kotanya ada sekitar 2032 Hektar yang dimiliki kota palembang dan 2032 Hektar inilah yang kita jadikan data base kita di tahun 2015 sebagai awal untuk menghitung kemajuan kegiatan kita sampia tahun 2019”tambahnya.

Baca juga :  66 Paket Sabu Berhasil Diamankan

Hendri mengajak agar pemerintah dapat bersama-sama mensukseskan Program Kota Palembang Tanpa Wilayah kumuh sehingga bisa terealisasi,”tidak hanya KOTAKU sebagai wadah untuk menyatukan seluruh Stag Holders yang ada di Kota maupun Provinsi, tapi juga pemerintah maupun masyarakat harus sadar bahwa ini kebutuhan bersama, karena sangat berat seandainya satu pihak yang hanya memikirkan bahwa wilayah kumuh ini permasalahn yang harus di selesaikan ditingkat kota tanpa ada dukungan dari pemerintah maupun dari masyarakatnya sendiri. tutupnya. (desta)


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita