oleh

Yan Anton Perintahkan Mekri & Sutaryo Suap Ketua DPRD Banyuasin 2 Milyar

Kolom:Hukum, Peristiwa|17 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Yan Anton Ferdian (YAF) bupati non aktif Banyuasin, memerintahkan kepada Mekri Bakri dan Sutaryo mencari dana untuk diberikan kepada ketua DPRD Banyuasin, Agus Salam demi kepentingan pembahasan APBD, dalam hal ini, mereka berhubungan dengan terdakwa Zulfikar Muharrami.

Dari hasil pertemuan itu, terdakwa Zulfikar memberikan uang sebesar Rp 2 Milyar untuk diberikan kepada Agus Salam. Hal itu, disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Feby Dwiandospendi, usai mendengarkan keterangan saksi-saksi dalam sidang tipikor di Pengadilan Negeri Palembang Klas 1A,  (8/12).

Baca juga :  Tingkatkan Pelayanan, PTSP Kemenag Palembang Diluncurkan

Dalam persidangan itu, sebanyak lima saksi memberikan keterangan keterkaiatan Zulfikar dengan YAF. Kelima saksi tersebut Mekri Bakri mantan kadisdik Banyuasin, Rislani Asisten II Banyuasin, Bukhori bendahara sekda, Reza Fahlepi dan sopir sekda.

“Berdasarkan keterangan saksi, YAF memerintahkan kepada Mekri dan Sutaryo untuk meminta danap kepada Zulfikar, guna menyuap ketua DPRD Banyuasin dan didapatlah Rp 2 milyar,” Ujar Feby.

Terungkap bahwa terdakwa Zulfikar memberikan uang sebesar Rp 500 juta melalui Sutaryo supaya mengurusi perkara Mekri Bakri agar tidak ditahan. Sebab, jika Mekri ditahan, ditakutkan akan membuka aliran-aliran dana yang lain. “Oleh karena itu, YAF memerintah Sutaryo menyelesaikannya dengan Mekri supaya tidak merembet-rembet ke perbuatan yang lain,” Ungkap Feby.

Baca juga :  Persiapan Rakornas Forsesdasi Maret Mendatang Terus Dimatangkan

Jadi, lanjut Feby, saat ini baru terugkap dana Rp 2 Milyar dan Rp 500 juta dari beberapa perbuatan. Pada kasus terdakwa Zulfikar ini terdapat 16 saksi dan semuanya akan diminta persaksiannya. “Ke 16 saksi akan dipanggil, setidaknya kita akan butuh waktu empat kali pertemuan, untuk mengungkap kasus ini,” Terangnya.

Secara kesuluruhan, kata Feby. YAF menerima uang dari Zulfikar lebih dari Rp 7 Milyar dan baru terungkap Rp 2,5 Milyar. “Kita akan kumpulkan keterangan saksi-saksi dan mengungkap kasus ini secara perlahan-lahan,” Tegasnya.

Baca juga :  Presiden Jokowi Jenguk Habibie

Saat ditanyai mengenai dana haji YAF, Feby mengatakan, justru yang paling jelas itu adalah dana haji. Sebab, yang terkena OTT itu adalah dana haji sebesar Rp 1 milyar 50 ribu. ” Namun itu, akan kita ungkap pada saksi terakhir,” Tutup Feby.

Persidangan untuk mendengarkan keterangan saksi akan dilanjutkan pada Kamis 15 Desember 2016, dengan mendatangkan empat orang saksi.
(sibawaihi)


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita