oleh

Diskusi Kebangsaan Pasca Sarjana Taman Siswa, Soroti Intoleransi di Masyarakat

Kolom:Politik|8 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Hoax merupakan ancaman yang sangat serius dalam perkembangan membangun konstruksi bangsa saat ini, hoax akan memecah belah bangsa, ujar Ki Edi Susilo salah satu narasumber diskusi yang diadakan di pasca sarjana Universitas Tamansiswa Palembang, jumat.(5/4)

Diskusi yang mengambil tema hoak dan pendidikan kebangsaan kita dalam tinjauan sosiologis dan politik diikuti akademisi dan berbagai elemen organisasi yang ada dikota Palembang.

Lebih lanjut Edi mengatakan, hoax harus dihentikan arus informasi yang ada biasanya merupakan pemberitaan dan ujaran kebencian yang menyesatkan masyarakat, bisa kita lihat dalam pilkada DKI Jakarta, terbelahnya masyarakat dalam dua kutub besar yang saling menghujat.

Baca juga :  Alex Tegaskan NKRI Harus di Pertahankan

Ini akan sangat berbahaya dan apabila ini terus didiamkan akan mengkristal di dalam masyarakat, dan ancaman perang saudara sudah di depan mata.

Untuk itu, menghentikan hoax harus diperkuat pendidikan kebangsaan didalam masyarakat dan dunia pendidikan. Pancasila sebagai filosofi, dasar dan pedoman dalam berbangsa dan bernegara diletakan sebagai panduan membangun bangsa, tegasnya.

Sementara itu, Ki Joko Siswanto rektor Taman Siswa mengatakan. Pancasila dan UUD 1945 sudah final sebagai dasar negara, karena sudah merangkum seluruh elemen masyarakat yang ber Bhineka di Indonesia.

Baca juga :  Pemekaran Sulawesi Timur Tinggal Selangkah Lagi

Karena pada dasarnya negara kita ini, sebelumnya terdiri dari bangsa – bangsa yang bersatu dari seluruh nusantara menjadi negara kesatuan Republik Indonesia. jadi apabila dipaksakan oleh sekelompok orang menjadi khilafah ini akan menghancurkan bangsa ini.

Dari data Wahid Institute 2016 intoleransi yang terjadi di masyarakat dari 1520 responden sebanyak 59,9 persen memiliki kelompok yang dibenci, antara lain. Agama non muslim, kelompok tionghoa dan komunis dan sebanyak 92,2 persen tidak sepakat apabila mereka ini menjadi pejabat Indonesia, bahkan menjadi tetanggapun tak rela.

Baca juga :  KPU Sumsel : 441 Miliar Anggaran Pemilu 2018

Melihat data ini, tentunya sangat mengkhwatirkan, ada sifat intoleransi di dalam masyarakat kita. untuk mengatasi itu negara harus melakukan tindakan cepat, pendidikan kebangsaan ditanamkan sejak dini di generasi yang akan datang, tegasnya.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita