oleh

Dongkrak Partisipasi Pemilih, KPU Diminta Bekerja Extra Keras

Kolom:Politik|5 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Gubernur Sumsel, Herman Deru meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel bekerja extra keras untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih pada Pileg dan Pilpres April 2019. Pernyataan itu dilontarkannya saat menerima audiensi Ketua KPU Sumsel dan anggota komisioner, di Griya Agung, Selasa (04/12).

“Saat ini masyarakat masih cenderung apatis memilih, makanya dari kacamata saya KPU termasuk kita semua harus bekerja extra keras terutama petugas di divisi sosialiasi di lapangan,” jelas HD.

Diakui HD, memang tidak mudah meyakinkan masyarakat untuk datang ke TPS menyalurkan suaranya. Namun hal itu bukan berarti KPU harus diam saja membiarkan angka partisipasi tidak sesuai target. Untuk itu denga sekuat tenaga ia mengajak KPU mensosialisasikan sekaligus meyakinkan masyarakat bahwa pesta demokrasi ini penting bagi keberlangsungan negara.

Baca juga :  Alex Noerdin : Tinggal Bupatinya Milih Dua Nama Dalam Paripurna

“Kalau tidak kerja keras target 70 persen partisipasi itu berat. Tapi kalau kita bekerja keras saya yakin bisa,” katanya.

Sosialisasi yang bisa dilakukan kata HD bisa dilakukan dengan memancing dan melibatkan masyarakat kreatif membuat TPS. Sehingga pada hari H maayarakat akan tergugah untuk datang ke TPS.

“Pokoknya harus kreatif agar masyarakat tergugah. Biar masyarakat tahu bahwa ini penting untuk keberlangsungan pembangunan dan demokrasi itu sendiri,” ungkapnya.

Pemprov Sumsel, menurut HD siap menjembatani sosialisasi KPU ini dengan Inforkom, Humas dan lainnya demi terlaksananya Pileg dan Pilpres sebaik mungkin di Sumsel.

Baca juga :  DPRD Sumatera Selatan Setujui  Raperda APBD Perubahan 2016

Menjelang pesta demokrasi itu HD berharao tidak ada pihak-pihak yang mengintervensi tugas KPU. Namun demikian dia meminta KPU juga terbuka dan transparan.

“Saya menghormati betul lembaga ini karena untuk menjadi Ketua KPU dan lainnya tidak gampang. Harus melalui fit and proper test,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana mengatakan kedatangan mereka ini bertujuan untuk bersilaturahmi. Karena sejak dilantik 7 November 2018 pihaknya belum menemukan waktu yang tepat untuk bertemu.

“Kami dilantik 7 November harusnya ketemu gubernur dulu karena penyelenggaraan Pemilu tinggal 4 bulan lagi. Gubernur adalah stake holder utama yang bertanggungjawab suskesnya Pemilu,” jelas dia.

Baca juga :  Gantikan Aswari, Marwan Dilantik Jadi Bupati Lahat

Dijelaskannya untuk Pemilu satu tahun anggaran dari pusat ini besarannya Rp22 miliar. Anggaran ini digunakan untuk belanja rutin dan logistik.

“Ini diturunkan ke kabupaten kota juga. Tapi masih ada bimtek-bimtek yang belum teranggarkan,” tukas dia. Rip


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita