oleh

EN LMND Sumsel, Zul Apri Kecam PT Lonsum Rebut Tanah Ulayat SAD

Kolom:Politik|4 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Ketua Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) Sumsel Zul Apri mengecam tindakan PT Lonsum yang merebut hak tanah ulayat warga Suku Anak Dalam (SAD) Lubuk Linggau seluas 1400 hektare semenjak tahun 1995 sampai sekarang dan mengkriminalisasi 33 petani desa Nibung, Musirawas Utara, sabtu (13/5)

Persoalan konflik lahan yang sudah berlangsung selama 22 tahun tersebut tidak menemukan penyelesaian, selama 22 tahun juga petani Suku Anak Dalam (SAD) melakukan perlawanan bahkan yang terjadi adalah intimidasi dan kriminalisasi terhadap para petani yang memperjuangkan hak ulayat tersebut.

Baca juga :  Bawaslu Sumsel Akan Menindak Lanjuti Temuan Pelanggaran Plt. Bupati Muba

Bukannya untuk menyelesaikan konflik tersebut, malahan teror terhadap petani terus dilakukan oleh PT.Lonsum, ini merupakan salah satu bentuk penghinaan terhadap kemanusian yang dilakukan oleh perusahaan, tindakan refresif tersebut merupakan cara – cara fasis Orde Baru dalam memberangus perlawanan rakyat dalam memperjuangkan hak ya, ujar zul.

Selain itu, diduga pihak perusahaan sudah menyalahi izin HGU yang ada, karena ketika diminta data tentang HGU untuk proses penyelesaian oleh pemda linggau, pihak perusahaan tidak mau menunjukan bahkan terkesan menghindar.

Baca juga :  Bagus EG : Dukung KPK Tuntaskan Penyelidikan Suap Pilwako 2013

Terkait kriminalisasi 33 petani SAD, LMND meminta agar segera dibebaskan atas dasar kemanusian. diantara 33 petani yang di kriminal ada seorang perempuan yang sedang hamil dan nenek Siti Rahayu yang sudah sangat tua berusia 70 tahun,tegasnya.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita