oleh

IPM Keadilan dan Perdamaian Untuk Warga Rohingya

Kolom:Politik|16 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Sebanyak 200 anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Palembang melancarkan aksi bela Islam (Etnis Rohingya di Burma, Myanmar) di bawah jembatan Fly Over simpang Polda, Sabtu (3/12) siang.

Dalam aksi menyuarakan aspirasinya, 200 pelajar dari jenjang SMP dan SMA yang tergabung dalam IPM Kota Palembang membanjiri ruas persimpangan jalan Jenderal Sudirman dengan jalan R. Sukamto. Aksi demonstrasi yang menuntut akan keadilan dan perdamaian kaum muslim yang minoritas di Burma, Myanmar ini dibarengi dengan penggalangan dana untuk korban ketidakadilam kaum muslim disana.

“Disini kami ingin menyuarakan keadilan dan perdamaian di kaum muslim, saudara kita dari etnis Rohingya di Burma, Myanmar. Terakhir kabar yang kami dengar beberapa waktu lalu ada 346 rumah muslim dibakar dan 180 lebih muslim yang dibunuh karena tanpa alasan yang jelas. Ini bukan hanya masalah keagamaan saja tapi sudah menyangkut kemanusiaan yang sudah terjadi sejak tahun 1947 silam, dan pemerintah masih belum ada tindakan khusus terkait hal tersebut,” ungkap Koordinator aksi demo sekaligus Bendahara Umum Pimpinan Daerah IPM Palembang Muhammad Aditya Salam ditengah riuhnya suara-suara yang meminta keadilan dari para pendemo, Sabtu (3/12).

Baca juga :  Belajar Legislasi, MPM Polsri Kunjungi DPRD Sumsel

Diakuinya, pihaknya pernah melancarkan aksi yang sama pada tahun 2014 silam dan sampai saat ini karena masih banyak tuntutan pihaknya yang belum dipenuhi pemerintah maka mereka melancarkan aksinya hari ini. Salah satu tuntutan yang sampai saat ini masih belum terpenuhi adalah rumah singgah dan tempat pendidikan untuk kaum muslim minoritas di Myanmar.

“Ini aksi kedua kami, karena tuntutan kami belum diwujudkan. Selain Aceh, di wilayah Indonesia lainnya tidak ada wadah tempat menampung saudara kita yang mendapat perlakuan tidak manusiawi. Kali ini kami menuntut pemerintah terutama Sumatera Selatan untuk dapat memberikan tempat pengungsian dan tempat pendidikan bagi minoritas muslim di Myanmar yang mendapat perlakuan yang sangat tidak adil,” tegasnya.

Baca juga :  Pelantikan Tujuh Kepala Daerah Dijadwalkan 18 September di PSCC

Aditya menegaskan, bila tuntutan pihaknya masih belum dipenuhi pemerintah maka pihaknya akan melancarkan aksi berikutnya dengan menggerakkan masa yang lebih banyak dari berbagai elemen. “Dalam aksi demo kali ini kami juga melakukan aksi pengumpulan dana yang akan disumbangkan untuk etnis Rohingya di Burma, Myanmar melalui Lazismu (lembaga amil zakat infaq dan sedekah muhammadiyah),” akunya.

Sementara itu, Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Kemuning AKP. Hikmat S. menguraikan, untuk pengamanan pihaknya mengerahkan 74 orang personil gabungan dari Sabara, Satuan Lalu Lintas dan dari pihak kepolisian Kemuning Sendiri. Diakuinya, pihaknya sudah siap siaga satu jam lebih awal sebelum aksi demontrasi ini berlangsung. “Ini hanya aksi penggalangan dana yang jauh dari aksi brutal, belum lagi karena semua demonstran adalah pelajar. Kami tetap mengontrol aksi anak agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” pungkas Hikmat. (sibawaihi)
(Sibawaihi)

Baca juga :  KPU Sumsel : 441 Miliar Anggaran Pemilu 2018

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita