oleh

LMND Siap Memperjuangkan Nasionalisasi PT. Freeport

Kolom:Politik|19 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Indonesia sebagai bangsa yang merdeka bukan atas hadiah dari kolonialisme melainkan dengan pengorbanan darah para pejuang yang menolak untuk didikte bangsa asing, Sudah selayaknya sebagai generasi penerus untuk mempertahankan itu.

Hal ini disampaikan Dino Efran dalam releasenya. Selaku koordinator pada agenda kopi darat dan diskusi bersama beberapa elemen OKP dan BEM se-Jambi, bertempat di sekretariat Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) Wilayah Jambi, Kamis malam (23/02).

Dino menerangkan agenda ini sebagai bentuk respon atas situasi nasional dalam menyikapi kerewelan PT. Freeport di Papua terhadap rezim pemerintahan sekarang.

Baca juga :  Pemilik Hak Suara PAN Muara Enim Dukung H. Iskandar,SE Sebagai Ketua DPW PAN Sumatera Selatan

“Kami menginisiasi agenda ini bertujuan mengawal pemerintah dalam menasionalisasikan aset, terutama PT.Freeport di Papua yang baru-baru ini dikeluarkan oleh pemerintah melalui PP No.01 Tahun 2017, terkait regulasi perubahan Minerba”, ujarnya.
Saat diskusi berlangsung, forum menggemingkan polemik yang terjadi saat lahirnya Orde Baru. Negera kita seolah kembali ke pangkuan kolonialisme dengan baju baru atau sering disebut dengan Neokolonialisme (penjajahan gaya baru).

“Mereka tidak ubahnya seperti kolonialisme di zaman penjajahan, salah satu contohnya PT.Freeport Indonesia yang notabene milik Amerika Serikat, sudah terang-terangan merendahkan harkat martabat kita sebagai bangsa yang berdaulat, dengan menolak peraturan perundang-undangan kita, bahkan mengancam pemerintahan kita, ini bentuk pelecehan yang sehina-hinanya pada kita bangsa Indonesia, untuk itu tidak ada kata lain selain kata bersatu dan melawan, karena tidak ada guna kita hidup jika kita masih bangga menjadi budak asing”, ujar salah satu peserta Diskusi

Baca juga :  Palembang Akan Mekarkan Dua Kecamatan

Selanjutnya, koordinator agenda ini kembali memoderatori diskusi hingga menemukan kesepakatan yang klimaks dari konsolidasi tersebut ke dalam bentuk aksi damai mengawal kebijakan pemerintah.

“Rencana tindak lanjut dari agenda ini sebagai bentuk perlawanan kita yang tidak mau direndahkan sebagai negara yang berdaulat atas rewelnya PT.Freeport”, pungkasnya.

Kawan-kawan di lini OKP dan BEM yang menamakan diri sebagai “Front Kedaulatan Usir Freeport” ini masih enggan membocorkan bagaimana ritme dan bentuk konkrit aksi yang akan direncanakan. Dan Front ini akan meluas hingga terakumulasinya soliditas semua lini OKP dan Ormas yang belum bergabung.

Baca juga :  Ini Jadi Fokus Gubernur Sumsel Dorong Percepatan Pembangunan di Daerah

Dalam agenda tersebut, tampak hadir sejumlah aktivis dari berbagai lini OKP dan BEM. Diantaranya, LMND, PMII, HMI, Forkom BEM PTAI, YKR (Yayasan Keadilan Rakyat), dan DPW Komite Rakyat Nasional Jambi.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita