oleh

Selama 2016 Google Hapus 900 Juta Tautan Berkonten Bajakan

Kolom:Sains|1 kali dilihat

NuansaKita – Teknologi : Kehadiran Google untuk pengguna internet memang sangat membantu dalam mencari berbagai hal atau informasi. Mencari informasi seputar gaya hidup, resep masakan, harga perangkat elektronik, hingga berita mancanegara pun dapat ditampilkan oleh mesin pencari ini. google-search Namun pastinya kita juga pernah menggunakan Google untuk mencari konten bajakan, misalnya musik, video, bahkan game dan software yang dibagikan secara cuma-cuma alias bajakan.

Tentu hal tersebut membuat geram berbagai kalangan, sehingga meminta Google untuk menghapus segala tautan yang memuat konten bajakan. Seperti yang lansir dari Ubergizmo, kabarnya pada tahun 2016 lalu Google telah menghapus tautan yang memuat konten bajakan, pada mesin pencarian mereka. Jumlahnya tak sedikit, karena dari laporan Google, mereka setidaknya telah menghapus 900 juta tautan. Angka tersebut pun meningkat hampir 100% bila dibandingkan dengan tahun 2015 lalu.

Baca juga :  447 Siswa Ikuti Kompetisi Sains Madrasah Provinsi Sumsel

Isu Digital Millenium Copyright Act (DMCA) nampaknya ditanggapi Google dengan cepat, karena para pemegang hak cipta dari berbagai industri media sudah muak dengan maraknya situs dengan konten ilegal yang tak ada habisnya sejak dulu. Google mengatakan bahwa pihaknya telah menangani permintaan dari para pemegang hak cipta sekitar 89,8%, yang artinya angka tersebut menunjukkan sekitar 914 juta tautan telah dihapus.

Dari laporan tersebut juga dapat disimpulkan bahwa setiap minggunya, setidaknya Google telah menghapus 20 juta tautan yang memuat konten bajakan. Masalah pembajakan memang nampaknya tak akan ada habisnya karena daya beli masyarakat yang rendah.

Baca juga :  Wujudkan Provinsi Cerdas, Sumsel Command Center Resmi Dilaunching

Selain itu hampir tidak ada perbedaan yang mencolok bila dibandingkan dengan versi aslinya. Hanya saja pada industri game sekarang untuk menyiasati versi bajakan biasanya tidak dapat menikmati fitur online, karena kebanyakan game sekarang selalu menawarkan pengalaman berbeda dengan bermain secara online.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita